wp-1458619214931.jpeg
arashi shibori “peacock”karya Anne Selby (Sumber: pinterest.com)

Shibori merupakan salah satu pewarnaan kain yang termasuk ke dalam kategori mechanical resist-dye. Teknik pewarnaan resist-dye berprinsip untuk menahan zat warna meresap pada kain sesuai dengan pola tertentu. Pada shibori terdapat berbagai teknis mekanik yang bekerja sesuai prinsip tersebut, diantaranya dengan teknik mengikat (tie), menjahit (stitch), menjepit (clamp), atau melipat (fold) kain.

Teknik ini mirip dengan tie dye yang dikenal luas di kawasan Barat modern, jumputan yang ada di Indonesia, atau bandhani di India (inilah asal muasal kata ‘bandana’, kain sutra yang diproses dengan pewarnaan ini dan biasa digunakan seperti scarf/neckcloth).

image
Tote bag shibori dari Rifka Collection, Yogyakarta, by Erma

Pewarna shibori tradisional yang biasa digunakan di Jepang adalah indigo atau di sini dikenal juga sebagai daun Tarum. Daun-daun tersebut dikumpulkan dan dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah kering, daun-daun tersebut direndam dalam ember besar berisi air dan diaduk-aduk.

image
Sensei Nakanishi sedang mengaduk pewarna indigo pada momen JJW 2015. (Sumber foto: tribunjogja)

Selama 100 hari, daun-daun tersebut difermentasikan, dalam campuran air panas, air campuran abu bakar, ditambah dengan larutan tepung kanji dan minuman tradisional Jepang, Sake.

Namun para pengrajin banyak berinovasi menggunakan pewarna lain sesuai kreativitasnya.

 

Berikut ini beberapa jenis teknik shibori:

Arashi Shibori
Dalam bahasa Jepang, arashi berarti “badai”). Jenis shibori ini menggunakan alat

image
Sumber: shiborigirl.wordpress.com

berupa silinder.

image
Sumber: narablog.com

Kain dililitkan secara diagonal pada objek silinder tersebut kemudian diikat erat dengan tali atau kawat tembaga hingga membentuk spiral ke bagian atas maupun bawah silinder.

 

 

 

 

Kimo Shibori

image
Sumber: art threads.blogspot.com

Kimo shibori menggunakan teknik pelintir dan ikat (twist and bind resist technique). Caranya, kain digunakan untuk membungkus batu-batu kerikil atau benda kecil yang dapat ditemukan di sekitar. Ambil satu batu, lalu kain dipelintir dan diikat kuat dengan tali ataupun karet gelang. Lakukan sebanyak mungkin hingga kain habis dipakai membungkus, atau tergantung pada motif yang dikehendaki. Setelah itu dilakukan pewarnaan. Motif yang dihasilkan nanti berupa bentuk semacam lingkaran kecil putih (bekas ikatan) atau seperti jaring laba-laba yang tersebar.

 

 

image
Sumber: fabricofourlivesmadison.wordpress.com
image
Sumber: blog.we-design.org

 

 

 

 


Itajime Shibori

Itajime merupakan teknik menciptakan motif dengan mempertahankan bentuk untuk (shape-resist technique). Kain dilipat seperti akordeon dan diselipkan seperti sandwich di antara dua lembar kayu atau objek lain yang tipis dan datar lalu diikat kuat agar posisinya tidak berubah. Motif yang dihasilkan nantinya bergantung pada jenis lipatan, posisi kayu dan posisi pengikat.

image
Sumber: sewsumi.com
image
Sumber: moomah.com

 

 

 

Referensi:

1. Simon-Alexander, Shabd. 2013.Tie Dye, Make It, Wear it, Share it.

2. http://www.dharmatrading.com/information/shibori-diy.html

3. shibori.org

Link-link tutorial DIY Shibori

1. http://honestlywtf.com/diy/shibori-diy/
2. http://m.instructables.com/id/DIY-Arashi-Shibori/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s