Sashiko ( 刺し子) yang secara harfiah bermakna tikaman mungil adalah sejenis teknik sulam fungsional (dekoratif tapi sekaligus bertujuan memperkuat kain) dari Jepang. Secara tradisional digunakan untuk memperkuat lapisan kain pakaian, atau menghias bagian pakaian yang bertambal.

4x5 original
Kimono Pemadam Kebakaran di Zaman Edo. Sumber: Wikimedia Commons
Sashiko misalnya digunakan untuk menyatukan sekaligus memberi fungsi dekoratif misalnya pada pakaian pemadam kebakaran yang terdiri dari tumpukan berlapis-lapis kain dan kemudian disiram air untuk melindungi petugas.

Dengan menggunakan benang katun putih di atas kain polos berwarna indigo, sashiko menghasilkan penampakan khas. Meski kadang digunakan juga benang merah di atas kain indigo. Namun pada zaman dahulu tidak digunakan katun, karena katun tidak diperbolehkan digunakan oleh kelas masyarakat rendah pada saat itu. Jadi, biasanya kain untuk pakaian ditenun dari bahan rerumputan, atau menggunakan serat kulit kayu, rami, jerami, kemudian diwarnai secara manual (dicelup tangan). Warna yang biasa digunakan adalah indigo karena pohonnya mudah ditemukan sehingga terjangkau.

Sashiko biasa menggunakan motif-motif geometris. Misalnya ombak, gunung, bambu, bishamon, key fret, pagar cypress ganda, ekor anak panah, tujuh pusaka, pampas grass, overlapping diamonds, linked diamonds, kilat, heksagon yang saling bertaut, dan bunga persik. Banyak dari motif-motif sashiko yang diturunkan dari desain Cina. Namun tak kalah banyaknya yang juga yang dikembangkan oleh orang Jepang. Seorang seniman, Katsushika Hokusai (1760-1849) menerbitkan buku “Bentuk-bentuk Baru untuk Desain” pada 1824. Buku ini menjadi inspirasi berkembangnya desain-desain baru.

sashiko_by_volunteers_2012_-_textile_museum_of_canada_-_dsc00807
Sumber: Wikimedia Commons

Namun teknik sashiko yang menggunakan tusuk jelujur ini kemudian digunakan juga murni untuk dekorasi dalam quilting atau sulam.

Di Tokyo kita dapat mengunjungi Museum Sashiko yang didedikasikan pada seniman sashiko Akie Sakamoto. Di bangunan museum yang mulanya merupakan rumah berusia lebih dari 200 tahun tersebut kita dapat melihat banyak karya-karya Sakamoto.

Referensi:

  1. Sashiko. Nihon Vogue Magazine
  2. http://www.nordicneedle.net
  3. http://susanbriscoe.blogspot.com
  4. https://www.purlsoho.com
  5. https://sakepuppets.com
  6. http://www.designbyaika.com

 

 

Advertisements

One thought on “Sashiko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s